Rabu, 16 April 2008

ACARA ADAT ORANG BATAK

Jakarta, 16 April 2008.


Sebelum saya mulai menulis mengenai garis besar acara adat orang batak, saya perkenalkan dulu diri saya, seperti yang sudah saya tulis dalam profil saya. Nama saya Sondang sibuea, saya lahir di Pematang siantar tepatnya tanggal 14 November 1964, (empat puluh tiga tahun yang lampau) ya udah paruh baya.

Kita ngelantur dulu sedikit yaa, sebagai pemanasan, baru masuk ke pokok permasalahan.

Dulu ketika saya baru lulus SMA, (Saya Lulusan SMA Negeri I Pematang siantar) tahun 1983, saya dan teman-teman mencoba test masuk perguruan tinggi negeri yang dulu namanya masih Printis I, Printis II dan Printis III, yang sekarang namanya SPMB (seleksi penerimaan Mahasiswa baru). Tetapi namanya usaha, sudah belajar mati-matian kata orang siantar, tetap aja saya masih gagal, tetapi teman-teman saya ada juga sih yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri seperti USU, ITB, IPB dll. Saya pikir dari pada saya ngangur dan malu nongkrong di kampung nyusain orang tua, lebih baik gue ikut kakak ke Jakarta, kali aja ada perubahan n kalau ada kesempatan ya coba test lagi keperguruan tinggi negeri di Jakarta kali aja masuk, he..he..he.. kenyataanya tetap aja sama, gue masih gagal, yah.. sudahlaah akhirnya saya melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi sewasta, mungkin perguruan tinggi negeri ngak jodoh kali, atau memang guenya yang agak oon dikit.

Selama proses kuliah dan seterusnya sampai selesai dan selanjutnya sampai bekerja memang asik-asik saja. Dan seperti biasalah Orang batak kalau sudah selesai kuliah, sudah bekerja tentunya acara selanjutnya adalah cari jodoh, ini sudah alami he..he..he..sudah tradisi, jadi kalau orang batak itu rencana standart awalnya ada 3 langkah, yaitu :

1. Langkah pertama sekolah sampai Lulus Sarjana. (modal awal untuk calon mertua)
2. Langkah kedua adalah Mencari pekerjaan sampai dapat.
3. Langkah ketiga adalah Menikah.

Nah ketiga langkah ini memang saya lakukan, dan biasa-biasa saja, rasa deg-degkan sih ada saja dalam proses tersebut, namanya juga sedang berjuang. Pacaran pun dijalankan sambil kuliah… yah itupun hal biasa yang dilakukan, ada cinta lokasi, ada cinta di kampus, cinta di kantor dll. Tetapi langkah selanjutnya yaitu acara mau menikah itu lho yang buat degdegkan, soalnya kalau saya mulai ditanya mengenai silsilah saya, kalau masih yang dekat-dekat sih… oke-oke saja, tetapi kalau yang sudah jauh rootnya dan manggil apa dengan dia dan sebutan apa kepadanya, mulailah saya kerepotan, maklumlah, saya dari mulai sekolah dasar sampai SMA, ngak pernah terlalu ikut-ikutan dalam acara adat batak ini, dan selesai Lulus SMA langsung tembak ke Jakarta, Kuliah, Kerja dan seterusnya menikah. Seperti kita ketahui, kalau sudah menikah tentunya kita secara langsung harus terlibat dalam acara-acara adat batak, soalnya kita pasti dapat undangan pesta pernikahan, Mangadati, Melayat yang meninggal dll, secara tidak langsung kita harus terlibat dalam acara tersebut. Saat ini pengetahuan saya mengenai adat batak sangat minim sekali, apa lagi bahasa batak saya jauh dibawah rata-rata, wah jadi lengkaplah kekurangan saya. Tetapi sesungguhnya ada kerinduan di benak saya untuk mengetahuinya dan ikutan dalam acara-acara adat batak ini, yah.. jadilah saya mulai aktif ikutan kepesta-pesta pernikahan dan lain-lain. Saya mulai cari buku-buku referensi mengenai adat batak berikut acara-acara adatnya dan akhirnya ketemu juga beberapa buku, dan saya mulai baca-baca. Jadi kesimpulannya saya akan berbagi kepada anda sekalian yang kisahnya mirip seperti saya untuk mempelajari acara adat batak, dan sama-sama kita kupas tuntas disini, dan kalau tulisan saya ada yang salah, tolong dikasih saran untuk perbaikannya, selanjutnya kita perkaya diri kita dengan acara adat batak ini, setuju kaaan…???. Saya sudah baca beberapa bukunya, garis besarnya yang akan kita bahasa adalah sebagai berikut :

1. Acara Pangolihon Anak atau Pamuli Boru ( Acara menikahkan Anak laki-laki atau menikahkan

Anak perempuan).

2. Manuruk-nuruk (Acara mendatangi rumah pihak keluarga wanita untuk minta maaf sekaligus

perkenalan karena anak lelakinya membawa kabur anak wanita orang lain tanpa pemberitahuan

atau tepatnya kawin lari.

3. Mangompoi Jabu (Acara syukuran memasuki rumah baru)

4. Manulangi Natua-tua (Memberi makan Orang tua kita yang sudah tua)

5. Namonding (acara seremonial untuk penguburan orang meninggal)

6. Ulaon di Jabu (acara syukuran di rumah seperti ; Anak Lahir, Babtis, Sidi dll)

Inilah pokok bahasan kita yang akan kita bahas satu per satu. Sampai sini Aku istirahat dulu, Besok saya lanjutkan ya… Terima kasih,Thank You, Mauliate.

Tidak ada komentar: